Dunia Sophie: Dunia Filosofis versi Plot Twist
Hola! It's me Zhe and welcome back.
Kali ini aku akan review sebuah buku yang katanya “Buku Wajib para Pecinta Buku”, yaitu DUNIA SOPHIE.
Judul buku : Dunia Sophie
Pengarang : Jostein Gaarder
Penerbit : Mizan
Tahun terbit : 2015 (Gold Edition)
Tebal buku : 800 hal.
Harga buku : Rp. 98.000
Jujur saja, awalnya aku pikir ini adalah buku fantasi dengan cerita yang ringan dan menghibur namun tetap memiliki pesan-pesan filsafat yang terselip di dalamnya. Tapi, nyatanya. –Sebagai seorang yang baru pertama kali mengenal filsafat dan asal-mulanya-. Bagiku buku ini adalah bacaan yang berat. Meskipun tidak seberat Mitologi Yunani yang pernah kubaca. Namun tetap saja, buku ini entah berapa kali aku tutup lalu aku baca kembali, aku tutup lalu dibaca kembali. Memahami setiap detail dari perkataan Sang Filosof adalah bagian terumit.
Meskipun cerita dalam buku ini merupakan bacaan yang berat untuk pemula. Tapi, buku ini telah membuka mataku untuk mengenal lebih jauh tentang filsafat dan tokoh-tokohnya. Misalnya saja, selama ini orang mungkin berfikir bahwa filosof cerdas pencetus dasar-dasar ilmu pengetahuan adalah Aristoteles. Namun nyatanya, jauh sebelum Aristoteles ada seorang filosof bernama Socrates, Democritus, Empedocles dan lainnya yang sudah mengutarakan pendapat mereka jauh lebih dulu dan menuliskannya ke dalam sebuah buku. Tentu, Aristoteles pasti banyak belajar dari para filosof sebelumnya dan menyimpulkan pendapatnya. Yang mana pendapat miliknya lebih mudah di terima dan dipahami manusia pada zamannya. (Bahkan pendapatnya masih tetap diterima hingga kini) Buku ini memberikan kita pembagian zaman secara kompleks menurut "keyakinan/pemahaman". Tak ayal juga, bahwa beberapa filosof mendapat hukuman mati karena pendapat dan ajaran mereka yang dianggap sesat dan menyalahi aturan.
Awalnya aku sedikit merasa bingung. Mengapa Charlie Chaplin masuk ke dalam daftar buku ini, Gaarder menuliskannya dibagian terakhir. Tapi, buku ini memberikan jawabannya pada ku.
Aku sarankan! Bagi pemula yang benar-benar ingin membaca buku ini. Akan lebih baik jika membaca sedikit demi sedikit atau per-bagian saja. Jika kalian ingin membaca buku ini secara cepat agar segera selesai, maka kalian tidak akan memahami makna filosofis yang ada dibaliknya. Sebaliknya, jika kalian membaca perlahan dan merenungi. Maka apa yang kalian baca akan lebih lama tersimpan di dalam kepala.
Aku setuju dengan pendapat bahwa buku ini adalah buku wajib para pecinta buku. Sebab dengan membeli satu buku ini, kita seakan sudah membeli beberapa macam buku mengenai Zaman Yunani Kuno, Zaman Romawi, Abad Pertengahan, hingaa Zaman Modern.
Semua terangkum dalam satu buku!
Tidak secara detail memang. Tapi, penulis berusaha memberikan gambaran umum mengenai apa yang terjadi di masa tersebut, tokoh-tokoh yang mempengaruhinya, dan akibat dari pengaruh tersebut.
Harus aku akui. Bahwa hampir seluruh lembaran buku ini beradegan pembicaraan panjang antara Sang Mayor dan Sophie sendiri. Maka, jika kalian hanya mengharapakan petualangan seru Sophie. Mungkin kalian harus membuang beberapa lembar kertas di dalam buku ini.
Apakah kalian akan suka dengan novel bertema filosof? Jika tidak yakin, aku tidak akan menyarankan kalian membeli buku ini.
Sebab percakapan antara Sang Mayor dan Sophie merupakan percakapan yang bisa dikatakan berat. Meski Sophie sendiri di dalam ceritanya selalu mengerti maksud Sang Mayor. Tapi, apakah pembaca sekalian juga begitu? Tidak tentunya. Aku sendiri merasa di paksa untuk mengerti hanya karena Sophie berkata mengerti.
Tapi, itulah BUKU!
Jika berkualitas dan bagus. Semahal apapun harganya, sesulit apapun kita memahami isinya. Di masa yang akan datang kita tidak akan menyesal karena telah membelinya. Contohnya aku. ;)
Berikut adalah contoh pendapat para pakar dan media:
“Kata banyak orang, filsafat itu sulit. Siapa bilang? Bacalah buku Dunia Sophie ini, dan anda akan tahu, filsafat itu mudah dipahami. Makin Anda membaca buku ini, makin Anda ketagihan berfilsafat. Anda tak perlu lagi mengerutkan dahi karena filsafat ternyata juga bisa dinikmatisebgai novel yang enak dibaca.”- Dr. Sindhunata.
“Pertama-tama, bayangkan sebuah buku pengantar filsafat untuk pemula, ditulis oleh seorang guru SMA. Kemudian bayangkan sebuah novel fantasi- semacam versi modern Through the Looking Glass. Paduan dua genre yang sangat brebeda ini, dan apa yang Anda peroleh? Ternyata sebuah best-seller international.” –Time
-
Ini adalah kutipan cerita yang ada di belakang sampul buku:
Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahun. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan “ Siapa kamu?” Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya “Dari manakah datangnya dunia?” Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehar-hari, surat-surat itu membuat Sophie mulai memepertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.
-
Setelah itu aku lanjut membaca buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia.
Disini beberapa tokoh yang tertulis di buku Dunia Sophie tertuang juga di buku Seratus Tokoh. Jadi, sedikit banyak aku bisa lebih mudah memahami tokoh-tokoh tersebut. Karena dua orang penulis yang berbeda akan menceritakan hal yang berbeda sesuai sudut pandag mereka masing-masing.
N.B: Akhir cerita dari buku ini tidak sesuai dengan ekspektasiku. Plot twist yang berhasil bikin jantung lemah. hahaha
Thank u. :)




Komentar
Posting Komentar