Cinta Gangga: Pengorbanan dan Pernikahan
Dalam kepercayaan Hindu India, wanita yang sudah menjadi janda pada umumnya tidak boleh menikah lagi. Mereka tidak bisa bekerja, hidup mengharap belas kasih orang lain, dan hingga akhir hayatnya mengabdi pada suami yang telah tiada.
Buku ini merupakan alasan kedua yang membuatku tertarik dengan kehidupan pernikahan di India, setelah ikut-ikutan nonton drama India serupa berjudul “Gangga” bersama ibuku. Akhirnya kutemukan perbedaan antara buku dan drama yang cukup kentara. Di drama, sosok Gangga merupakan gadis tangguh yang berani melawan kultur kejam yang mengharuskan ia hidup sebagai seorang janda sejak kecil. Tetapi, di buku Gangga merupakan sosok tabah ketika harus menghadapi kematian suaminya sendiri saat ia sedang hamil.
Kisah berawal ketika Gangga lahir dan tumbuh dari keluarga yang miskin. Hidupnya bergantung pada toko perhiasan milik kedua orang tuanya. Ia yang belum berumur 17 tahun pun akhirnya harus menikah demi keberlangsungan ekonomi. Tetapi, hatinya yang masih ingin pergi melihat dunia dan menikmati masa muda merasakan keengganan.
Namun demi kebahagian orang tuanya ia akhirnya menikah dengan salah seorang pria terkaya di India. Pria itu bernama Vikram, laki-laki berusia 35 tahun yang sudah memiliki satu orang anak. Anak Vikram yang bernama Balram menyukai Gangga, sehingga semakin yakinlah ia untuk menikah dan membahagiakan orang disekitarnya.
Alih-alih menjadi bahagia, Gangga justru mendapati jika suaminya harus meninggal dunia di tangan adik iparnya sendiri, Vasudev. Meskipun begitu, mertua Gangga menuduhnya melakukan pembunuhan terhadap anaknya itu. Di tekan keadaan, Gangga meninggalkan rumah dan pulang menuju orang tuanya. Ia mengatakan semua yang terjadi termasuk saat ketika Vasudev ingin melecehkannya.
Sampailah ketika keluarga Vikram datang meminta maaf saat mengetahui kebenarannya. Mencoba bangkit dari hidup dan melanjutkan berdagang perhiasan. Gangga ditemui seorang laki-laki yang mencoba mendekatinya dengan dalih membeli perhiasan, Sabeer. Hingga tumbuh rasa diantara mereka berdua, kemudian pernikahan selanjutnya pun terlaksana. Gangga memiliki satu orang anak dari pernikahan itu. Namun saat Gangga sedang hamil, Sabeer meninggal dunia karena kecelakaan kereta api.
Bagi Gangga hidup yang awalnya di korbankan untuk membawa kebahagiaan bagi orang lain, justru membawa kesialan yang membuatnya mengambil keputusan untuk tidak menikah lagi.
Kekurangan:
- Kisah kurang berkesan.
Tidak ada hal-hal di dalam cerita yang membuatku ber-wah-ria hingga kagum dan tercengang. Seolah adegan yang harusnya panjang dan luar biasa dibuat terlalu ringkas dan to the point.
- Sedikit kurang masuk akal.
Gangga gadis biasa menikah dua kali dengan orang-orang terkaya dari India. Well... Yap.
Kelebihan:
- Memiliki banyak amanat
Hampir di setiap bab aku menemukan kalimat bijak sarat makna yang sangat berhubungan dengan kehidupan nyata. Membuat kita kembali mengingat akan kehidupan dan hidup itu sendiri dan memaknainya dengan baik.
- Belajar bahasa Sanskrit.
Euthenia menerbitkan buku terjemahan ini dengan memberikan dialog berbahasa Sanskrit beserta artinya untuk beberapa kalimat ringan. Seperti mengucap salam, terima kasih, bertanya, dan lain-lain.
*****
- Judul: Cinta Gangga (Pyaar Gangga)
- Pengarang: Shaheer Khan
- Penerbit: Euthenia
- Tahun Terbit: 2016
- Tebal Buku: 154 hal.
- Harga Buku: Rp. 22.000 – Rp. 30.000
- Rate: 7.5/10



Komentar
Posting Komentar