English Classic: A Little Princess




Hola! It's me Zhe and welcome back. :)

 


"It would be easy to be a princess if I were dressed in cloth of gold, but it is a great deal more of a triumph to be one all the time when no one knows it."


Buku cetakan Gramedia ini dibeli atas dasar kebutuhan tugas kuliah, tetapi aku tidak menyangka jika ceritanya bisa sangat bagus. Jelas sekali jika karya seri English Classic ini memang memiliki unsur amanat dan penulisan yang baik. Bahkan ada banyak sekali judul yang sangat terkenal dan sudah di filmkan. Tidak heran jika buku ini sudah di perjual belikan hingga ke cetakan sekian dari seri aslinya.

Gramedia mengemas seri ini menjadi sebuah buku yang sangat menarik dan cantik. Meskipun buku ini diterbitkan berpuluh-puluh tahun yang lalu, tetapi kesan buku tua tidak nampak dari sampul serta isinya. Semua cetakan tampak segar dan baru sehingga sangat menarik minat para pembaca, terutama anak-anak. Hanya karena bukunya berisikan bahasa Inggris, beberapa orang masih enggan untuk membaca karena takut jika tidak paham akan isinya. Tetapi sesungguhnya seri buku ini sangat ramah dan mudah di pahami.

-

Judul buku     : A Little Princess
Pengarang      : Frances Hodgson Burnett
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit   : 2018
Tebal buku      : 288 hal.
Harga buku     : Rp. 55.000

-

Sara adalah seorang gadis berumur 10 tahun yang sudah ditinggal pergi oleh ibunya sejak ia dilahirkan. Sebagai seorang gadis berkulit putih, ia dibesarkan dengan cara yang sangat baik. Mengingat ayahnya adalah seorang kapten tentara yang kaya raya iapun hidup dengan layak dan baik. Di era Victoria, India yang masih merupakan jajahan Inggris menjadi rumah bagi Sara. Ia tinggal dengan banyak pelayan dan orang-orang menyebutnya nona. Tetapi, jauh di dalam hatinya ia sama sekali tidak peduli bahkan tidak paham apa sebenarnya inti menjadi kaya dan istimewa. Ia hanya mengetahui bahwa orang-orang menyebutnya seorang putri karena ia memiliki semua hal itu.

Suatu hari, saat ayahnya hendak bertugas jauh ke luar negeri dan ia tidak bisa membawa Sara bersamanya. Tuan Crewe -yang merupakan ayahnya Sara- membawanya ke London dan menempatkannya pada sekolah asrama yang dimiliki oleh seorang wanita paruh baya bernama Nyonya Minchin. Disana Sara bertemu beberapa teman yang menyukainya begitu pula yang membencinya karena kepribadiannya yang cukup unik. Sara bersekolah seperti biasa dan mengikuti beberapa kelas. Di asrama Sara tidur di ruangan yang sangat layak dan spesial ditemani Emily, boneka yang dibelikan ayahnya tepat sebelum ia meninggalkan Sara.

Sara yang memiliki kepribadian unik pun berteman dengan anak-anak yang memiliki perilaku cukup unik juga, termasuk seorang pelayan bernama Becky yang pernah diselamatkan dari kejadian kecil oleh Sara. Becky adalah gadis berkulit hitam yang sudah cukup lama menjadi pelayan di sana, usianya tidak berbeda jauh dengan anak-anak yang berada di asrama. Tetapi Becky tidak mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama karena ia adalah seorang pelayan dengan ras kulit hitam.

Saat ulang tahun yang ke-11, Sara mendengar kalau ayahnya telah tiada. Hari yang seharusnya menjadi sangat bahagia karena ayahnya akan memberinya berlian malah pergi meninggalkan Sara selamanya. Sejak hari itu kehidupan Sara berubah. Ia tidak lagi mendapat perlakuan istimewa dari Nyonya Minchin, melainkan perlakuan buruk yang ia dapatkan setara dengan temannya Becky. Ia harus membantu pekerjaan yang dilakukan Becky agar ia bisa tetap berada di asrama. Meskipun hidupnya berubah, tetapi sifat Sara tetaplah sama. Ia selalu baik pada siapa saja, cerdas, suka belajar, memiliki rasa ingin tahu yang besar dan pemberani.

Beberapa bulan setelah ia menjadi pelayan, di sebelah asrama tinggal seorang saudagar India yang memelihara seekor monyet. Monyet dan seekor tikus loteng kini menjadi teman sekaligus pendengar yang baik untuk Sara selama ia tidak lagi tidur di kasur empuk melainkan kasur dingin dan berdebu di loteng. 

Tanpa diketahui Sara, ternyata saudagar India yang datang itu adalah orang yang mencari keberadaan Sara atas amanat ayah Sara sendiri, Kapten Crewe. Saudagar itu sama sekali tidak menyadari keberadaan Sara yang dekat karena ia sudah sangat berbeda. Kini Sara bukan lagi seorang putri melainkan seorang gadis biasa yang berperilaku bak seorang putri. Tetapi, karena usahanya yang keras akhirnya saudagar tersebut menemukan Sara meskipun harus melalui banyak rintangan. Bahkan mereka sempat terbang ke Rusia hanya untuk mendapatkan informasi dari sekolah lama Sara. Beruntung salah seorang anak saudagar itu mencurigai seorang gadis muda yang berperilaku baik dan sopan tetapi berpakaian lusuh dan kumuh. Biasanya seorang dari kelas rendah memiliki perilaku yang urakan dan spontan, tetapi gadis ini berbeda.

Keberuntungan menghampiri Sara saat bermain ke rumah saudagar ketika diajak oleh anaknya. Dari sana diketahuilah bahwa Sara adalah anak yang selama ini dicari oleh si saudagar itu. Sara menceritakan asal-usulnya, siapa ayahnya dan mengapa ia berada di asrama. Saudagar tersebut meminta Sara untuk tinggal di rumahnya dan jangan kembali ke asrama. Hingga suatu hari Nyonya Minchin menemukannya dan memintanya kembali namun ia tidak mau kembali ke sana.

Pengacara yang mengurusi hak waris Sara menuntut Nyonya Minchin atas perlakuannya. Ia kembali ke asrama dan nasibnya tidak diketahui secara pasti. Teman-teman Sara yang lain mendengar kabar bahwa Sara tidak lagi tinggal di asrama melainkan di rumah besar sebelah asrama. Bahwa kabar berlian milik Sara  juga benar adanya. Semua orang terkejut termasuk Becky, ia yang sedih sekaligus bahagia karena Sara bisa menjalani kehidupan lebih baik merasa sangat kesepian. Tetapi seekor monyet milik saudagar itu memberikan pesan kepada Becky bahwa Sara mengizinkan kamarnya dimiliki oleh Becky.

-

Ada sedikit unpopular opinion yang ingin aku sampaikan dari kisah Frances ini.

Pertama, kebaikan dan keajaiban bukan hal yang selalui berjalan beriringan. 

Mengingat bahwa manusia memang harus hidup dengan kebajikan dan berperilaku baik, maka keberuntungan pasti akan datang. Tetapi, fakta kehidupan yang terjadi adalah keberuntungan pasti akan menghampiri siapa saja. Setiap manusia memeliki keberuntungannya masing-masing meskipun mereka berperilaku baik atau buruk.

Kedua, menjadi berani dan suka menolong itu sulit. 

Manusia normal jika sudah diperlakukan dengan buruk akan memiliki sistem perlindungan diri yang cukup tinggi. Apalagi jika kasusnya adalah anak kecil yang dihadapkan oleh perilaku buruk orang dewasa. Tetapi, beruntung disini Sara adalah anak dengan perilaku yang cukup unik dan menarik. Ia memliki pola pikir yang sangat dewasa dan matang untuk anak seusianya. Sehingga ia bisa kuat menghadapi perilaku buruk orang-orang disekitarnya. Hal ini menjadi keistimewaan Sara.

Ketiga, keistimewaan ras kulit putih.

Sara sangat beruntung karena ia lahir dari keluarga kaya, istimewa, cerdas, dan berpendidikan. Ibunya adalah seorang warga negara Perancis, ayahnya kapten tentara yang hidup berkecukupan dan tinggal jauh di India. Di masa perbudakan era Victoria, kehidupan ras kulit putih menjadi sangat istimewa di tanah Hindustan. Berbanding terbalik dengan Becky yang hidup menjadi pelayan dan diperlakukan buruk hanya karena "normalnya kulit hitam memang seperti itu". Meskipun Becky menjadi dekat dengan Sara dan banyak membantunya. Penulis disini tidak merubah hidup Becky menjadi lebih baik dengan membuatnya terbantu secara finansial atau apapun, melainkan hanya memberikan kamar kosong bekas milik Sara di loteng. Mencerminkan bahwa memang perbudakan masih dianggap wajar. Kendatipun Sara mencari tahu sosok gadis kelaparan di depan toko roti, tetapi ia juga tidak terlihat untuk membantunya dengan benar.

-

Aku juga baru tahu ternyata kiah ini sudah diangkat ke layar lebar pada tahun 1995. Kalau kalian penasaran mungkin kalian bisa menontonnya! Salah satu yang sedang populer juga ialah Little Woman. Salah satu seri English Classic yang diangkat ke layar lebar tahun 2019. Dibintangi Emma Watson, film ini sarat akan unsur nilai kehidupan. Cocok untuk yang menyukai emansipasi wanita. Hahaha.

Oke. Segitu dulu aja review kali ini. Semoga kedepannya bisa semakin sering rajin review dan membaca buku untuk dibagikan ke kalian semua. :)

Thanks and see you!

Komentar

Postingan Populer