The Story of My Life: Sebuah Kisah Nyata

 Hola! It's me Zhe and welcome back.

The Story of My Life adalah kisah nyata seorang wanita buta dan tuli pertama yang mampu menempuh pendidikan hingga tahap diploma di Radcliffe College dan menjadi pembicara di berbagai macam audiensi serta memenangkan penghargaan di Academy Award 1955 untuk filmnya yang berjudul The Unconquered, wanita itu bernama Helen Keller. Helen sendiri tidak lahir dalam kondisi cacat, tetapi saat berumur 19 bulan ia diserang penyakit otak yang membuat indera penglihatan dan pendengarannya lambat laun tak berfungsi.

Buku ini sendiri merupakan gabungan kedua buku Hellen yang berjudul The Story of My Life dan The World I Live In. Buku pertama merupakan catatan autobiografinya yang berarti kisah seluruh perjalanan hidupnya, tetapi buku kedua adalah catatan tentang pergulatan batin Helen sebagai seorang buta tuli dengan emosi, imajinasi, bahkan realita yang ia rasakan.

Buku berkisah nyata ini tentu sangat menginspirasi dan menarik untuk di baca. Aku sendiri merasa bahwa esensi buku ini masih melekat di kepala. Helen Keller termasuk salah satu tokoh yang kukagumi, karena sebagai perempuan ia mampu menembus batas-batas tembok yang menghadang.

Tetapi, aku menyadari betul bahwa Helen berasal dari keluarga yang cukup mapan dan terpandang. Ayah dan nenek moyangnya berasal dari Zurich, Swiss. Sebagai keluarga angkatan perang, mereka sering berpindah-pindah tempat tinggal. Mengingat pada masa itu sering muncul konflik hingga masuk ke masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Hellen sendiri lahir di tempat yang cukup aman di kota kecil bernama Tuscumbia, America Sedikit. Ia dibesarkan oleh keluarga yang sangat peduli akan pendidikan sehingga Ibunya tetap mendidik Helen seperti manusia normal meskipun ia buta dan tuli. Tetapi saat itu tidak berlangsung lama, Helen yang mulai frutasi karena kondisinya pun mulai bersikap tidak sopan dan nakal.

Melalui seorang kenalan, Ibunya menemukan seorang wanita bernama Anne Sulivan. Anne adalah pengasuh sekaligus guru bagi Helen. Hal ini dibuktikan dengan perkataannya bahwa segala hal besar yang terjadi dalam hidupnya tidak lain berasal dari gurunya sendiri. Ia juga menambahkan bahwa tanpa gurunya, ia tidak akan menjadi siapa-siapa. Bahkan Helen sendiri pernah beberapa kali berdiskusi dengan Alexander Graham Bell si penemu telepon. Dr. Graham adalah orang yang juga ikut membantunya beberapa kali untuk belajar dan berdiskusi. Mengingat Helen sangat suka sekali belajar dan menambah pengetahuan, bahkan ia sering membaca meski buku berhuruf braille masih cenderung langka.

Anee Sulivan sangat setia menemani Helen kemanapun dan kapanpun ia pergi. Mulai dari hanya sekedar bermain di halaman rumah sampai persoalan pendidikan tingginya, Anne selalu ada di sisi Helen.

Sepanjang membaca tulisan ini, aku tidak pernah berhenti berpikir dan merasakan merinding sesekali ketika Helen menuturkan perasaan lewat tulisannya. Helen yang membenci matematika, justru sangat baik dalam merangkai kata. Harus diakui meskipun buku ini adalah sebuah buku terjemahan, tetapi sentuhan sastra Helen tidak lepas dari cara ia menulis.

Bisa dilihat dari caranya menuliskan puisi yang cukup menyentuh seperti ini.

Are things are transitory
But as symbols are sent.
Earth's insufficiency
Here grows to event.
The indescribable
Here it is done.
The Woman Soul leads us upward and on!

Menurutku puisi ini cantik sekaligus bermakna jelas. Aku sendiri bisa merasakan hal yang sama saat menulis puisi. Ungkapan dan kejujuran hati adalah yang paling penting.

Seperti kalimat dalam buku Helen Keller yang indah, puisinya juga sangat dalam dan apik. Ia memiliki jiwa sastrawan sehingga idiom yang di pakai dalam menuangkan perasaan menjadi sangat berkesan. Bahkan aku sendiri bisa merasakan berada rumahnya di Alabama dan mencium aroma yang sama seperti ia menggunakan inderanya setiap hari untuk melihat.

The Story of My Life kusarankan menjadi buku wajib masuk daftar bacaan di rumah kalian. It's so worth!

Judul buku : The Story of My Life
Pengarang : Helen Keller
Penerbit : Javanica
Tahun terbit : 2018
Tebal buku : 369 hal.
Harga buku : Rp. 80.000

-

That's all, guys. :)

Komentar

Postingan Populer