Romeo dan Juliet: Romantisasi Bunuh Diri
Sebuah peradaban yang dituliskan dalam segenggam kisah antara dua pujangga yang bermadu mesra di malam pesta dansa telah melunturkan tembok permusuhan menjadi penyatuan paling menyedihkan.
Narasi drama dalam sebuah buku yang awalnya kukira sebuah novel akhirnya tiba dengan selamat. Kubeli buku bekas ini dengan harapan aku akan membaca indahnya kisah klasik dari William Shakespeare. Tetapi, hasil buah pikiranku agak berbeda dengan kenyataan. Buku yang awalanya kukira sebuah novel ternyata berisikan naskah drama. Buku yang kukira tebal ternyata tipis dan bersampul lunak. Harusnya aku cari tahu dulu sebelum membeli, kalau langsung comot karena tidak sabar ya begini jadinya. Berawal dari keinginan membeli kisah Pride and Prejudice, malah nyasar ke Romeo an Juliet.
Setelah membaca kisah ini akhirnya aku tahu ternyata benar yang dikatakan orang-orang kalau William Shakespeare memang penulis yang ciamik. Kemampuan literasi dalam mengolah kata dan menyuguhkan menu yang indah merupakan ciri khasnya. Meskipun setiap seni unik dan berbeda tergantung subjektivitas penulisnya. Tetapi kalau di analogikan, ia setara dengan Sapardi Djoko Damono dari sastrawan lokal atau versi internasionalnya sedikit mirip dengan Kahlil Gibran.
***
Cerita bermula dari depresi yang dialami Romeo, karena cinta Romeo pada salah satu keponakan Capulet, Rosaline, tak terbalas. Atas bujukan Benvolio dan Mercutio, Romeo akhirnya bersedia menghadiri pesta dansa keluarga Capulet demi bisa bertemu dengan Rosaline. Namun, di pesta itu Romeo melihat Juliet untuk pertama kalinya, dan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Cinta Romeo pada Juliet ternyata tak bertepuk sebelah tangan. Romeo menyelinap ke taman keluarga Capulet dan mendengar Juliet yang mengumandangkan cintanya pada Romeo dari balkon kamarnya, tanpa memedulikan permusuhan keluarga mereka. Dengan bantuan Pendeta Launrance, Romoe dan Juliet menikah secara diam-diam keesokan harinya. Pendeta Laurance berharap dapat menghentikan permusuhan keluarga Montague dan Capulet dengan menikahkan Romeo dan Juliet.
Tybalt, sepupu Juliet, menantang Romeo berduel, dan berakhir dengan kematian Tybalt. Pangeran Verona yang mengetahui peristiwa ini segera menghukum Romeo dengan mengusirnya dari Verona. Di saat bersamaan, kedua orang tua Juliet malah menerima pinangan Pangeran Paris untuk Juliet.
Juliet yang putus asa menenggak ramuan yang membuatnya seolah-olah tewas selama dua hari. Namun sang utusan yang seharusnya menyampaikan pesan itu pada Romeo tak kunjung datang hingga Romeo beranggapan bahwa Juliet benar-benar tewas. Tak lama kemudian Juliet terbangun, dan ketika melihat belahan jiwanya telah tergeletak tak berdaya, ia mengambil pisau dan menghujamkannya ke tubuhnya.
*****
William Shakespeare (1564-1616) adalah seorang penyair, dramawan, sekaligus aktor asal Inggris. Ia mendapat julukan England’s National Poet. Selama hidupnya ia telah menghasilkan begitu banyak karya: 38 drama, 154 soneta, 2 puisi naratif panjang, dan beberapa sajak. Karya-karyanya antara lain; Hamlet, Othello, Anthony and Cleopatra, A Midsummer Night’s Dream, Much Ado about Nothing, As You Like It, Julius Caesar, The Taming of The Shrew, All’s Well That Ends Well, dan lain-lain. Karya-karyanya masih terkenal hingga kini dan menjadi sumber inspirasi sastrawan serta penulis lainnya.
*****
- Judul: Romeo and Juliet
- Pengarang: William Shakespeare
- Penerbit: Narasi
- Tahun Terbit: 2018
- Tebal Buku: 188 hal.
- Harga Buku: Rp. 30.000
- Rate: 8,5/10



Komentar
Posting Komentar