Rentang Kisah: Cerita Tentang Gita
Waktu aku nulis ini, keadaan mood ku sedang kurang baik. Aku sedang menunggu seorang teman setelah berdandan lebih awal. Bukan karena menunggunya yang bikin mood anjlok (udah biasa nunggu dia). Tapi, karena aku yang hari ini sudah berolahraga pagi demi udara segar harus merasa sesak kembali karena asap bakaran oleh Ibuku sendiri. Aku kesal, tapi tidak bisa marah. Karena aku dan dia sama-sama keras kepala. Udara di rumahku jadi tidak sehat. Belum lagi aku jadi sering menghirup asap rokok dan polusi.
Entah mengapa kekesalanku kali ini seperti didukung oleh buku Rentang Kisah-nya Kak Gita Savitri Devi. Kita sama-sama sering mengeluhkan soal perilaku manusia yang tingkahnya sama sekali tidak masuk dalam logika berpikir kami. Memahami kak Gita sama seperti memahami bahwa dari beberapa aspek, aku banyak menyetujui pendapatnya. Belum lagi kita sama-sama INTJ, rasanya akan semakin relate sekali.
Kak Gita Savitri adalah satu dari sekian banyak vlogger yang aku sukai. Aku selalu menunggu video beropininya kak Gita, aku selalu suka cara pembawaan vlognya yang tidak banyak bicara. Bagaimana dia memandang situasi sosial dan mengkritisinya. Bagaimana dia melihat sebuah aspek dan mengomentari dengan lugas. Bagimana dia travelling dan menunjukkan hasilnya dengan kamera sederhana dan caranya mencari tahu sesuatu yang serba internet memang aku banget.
Bedanya, hidup kak Gita lebih beruntung dan memiliki lebih banyak privillage. Kak Gita tinggal di Jakarta, ayah Kak Gita tinggal di luar negeri, ibunya pernah ada di Jerman. Sedangkan aku hanya berada di wilayah kecil dan tidak pernah keluar dari sana. Aku tidak marah atau menyesal, tidak pula berusaha membandingkan. Tapi, kita berdua memiliki satu tagline yang sama, yaitu sering dianggap sombong. Padahal kita cuma gak suitable aja sama sosialnya kita, dan hal ini bikin kita gak nyaman dan cenderung diam atau menjauh. Sekalipun mereka pernah jadi teman dekat kita.
*****
Rentang Kisah berisikan tentang perjalanan hidup seorang Gita Savitri yang dimulai sejak remaja sampai ia kuliah di Jerman. Ia sebagai anak pertama dari dua bersaudari di cap sangat nakal dan egois. Gita sangat tidak akur dengan ibunya sendiri, ia sering merasa iri dengan anak lain yang disayang-sayang ibunya. Gita tidak pernah melawan Ibunya bukan karena menghargai orang yang telah melahirkannya itu, tetapi karena ia takut disembur balik. Hidup Gita saat remaja cukup nakal. Ia tidak suka mengerjakan PR atau tugas sekolah. Ia lebih suka main bersama teman-temannya, jalan bareng dan seru-seruan. Meskipun ia sering ikut kursus, tidak menjadi alasan bagi Gita untuk tidak bermain.
Hingga suatu hari Gita terserang penyakit kelenjar getah bening yang membuatnya harus dirawat. Semenjak hari pesakitannya itu, Gita berubah total. Ia yang dulunya petakilan, kini jauh lebih tenang. Ia yang dulunya sering melawan Ibunya, kini jadi lebih banyak diam dan berpikir. Bahkan ia sempat mengatai adiknya nakal, pdahal menurut ibunya justru Gita lebih nakal.
Semenjak hari itu, Gita mulai mencoba memperbaiki diri dan serius belajar sampai akhirnya ia diterima di fakultas seni ITB. Namun ia diuji oleh pernyataan Ibunya untuk menyuruhnya memilih antara kuliah di ITB atau Jerman. Akhirnya, Gita memilih Jerman!
Singkat cerita, disinlah semua kisah dan pelajaran hidup berharga Gita dimulai. Hingga pertemuannya dengan Paulus, melihatnya menjadi mualaf sampai Gita memutuskan untuk berhijab. Lalu di beberapa halaman terakhir, kita akan disuguhkan dengan opininya di blog tentang kegelisahannya dan pendapatnya soal manusia dan kondisi sosial. Seperti biasa, meskipun banyak yang tidak suka. Aku tetap setuju dengan opininya!
*****
Kekuarangan:
- Istilah Bahasa Inggris yang tidak dijelaskan.
- Cerita tidak detail sehingga sulit mengimajinasikan.
Kelebihan:
- Menggunakan sudut pandang orang pertama.
- Singkat, padat, lugas, kritis dan apa adanya.
*****
- Judul: Rentang Kisah
- Pengarang: Gita Savitri Devi
- Penerbit: Gagas Media
- Tahun Terbit: 2019
- Tebal Buku: 207 hal.
- Harga Buku: Rp.62.000-Rp.98.000
- Rate: 8/10



Komentar
Posting Komentar