Mengapa Aku Harus Ikut Organisasi?

Setelah sebelumnya aku cerita bagaimana aku bisa jemu dengan organisasi dan segala hiruk pikuknya. Sekarang aku mau cerita dan memberikan alasan kenapa –meskipun benci- kalian harus tetap mencoba ikut organisasi atau komunitas.

Dalam kasusku, ada banyak hal dan kesempatan di dalam organisasi yang meningkat kemampuanku, terutama soft skill. Bagaimana aku menemukannya, mendapatkan kesempatan untuk mengasah dan menerapkannya. Hanya kudapatkan di organisasi dan komunitas melalui pertemuanku dengan orang yang banyak dan beragam.

Beberapa hal berikut merupakan alasanku secara personal untuk ikut dan tetap bertahan di organisasi:

  • Sadar Diri.

Sadar diri yang aku maskud disini adalah bahwa kita sebagai individu akhirnya sadar kalau kemampuan kita terkadang tidak lebih baik dari orang lain atau tidak lebih buruk dari orang lain. Bagaimana kamu melihat dirimu selama ini terkadang membutakan potensimu. Meskipun berada di organisasi atau komunitas sering membuatku kelelahan, tetapi aku sadar betul kalau aku orang yang bertanggung jawab. Ternyata aku juga bisa berkomunikasi dan memimpin dengan baik. Kemudian aku sadar juga, bahwa keramaian memang benar-benar bukan diriku dan tempatku. Sehingga kedepannya aku mampu menempatkan diriku lebih baik lagi.

  • Melatih Soft Skill.

Sejauh ini selama aku hidup, komunikasi memang sulit kulakukan. Sebab komunikasi bukan hanya perkara bicara. Tetapi siapa yang kamu ajak bicara, apa topik yang sedang di bahas, berada di dalam forum seperti apa, dan apa yang harus kamu lakukan. Sedetail dan sekompleks itulah komunikasi sehingga dalam hal ini komunikasi juga tidak hanya tentang menyampaikan, tetapi juga memahami dan mengerti. Meningkatnya kemampuan komunikasi setelah ikut organisasi adalah perubahan signifikan yang paling bisa aku rasakan. Akhirnya aku paham bagaimana caranya menempatkan pembicaraan dengan apa, siapa dan dimana. Selain itu, kemampuan leadership ku juga meningkat. Berikut kepercayaan diri dan rasa antipatiku terhadap manusia juga perlahan luntur.

  • Punya Relasi.

Relasi bukan berarti teman. Tetapi teman juga relasi. Sebuah konsep pemahaman yang saat ini masih kutanam. Bagiku teman adalah sekelumit orang yang berada disekitarku, sedangka teman dekat alias sahabat hanya seujung jari. Wkwkwk... Aku banyak bertemu orang-orang. Banyak memahami sifat mereka dan mengerti bahwa manusia memiliki banyak topeng dan latar belakang yang berbeda serta ragam alasan mengapa mereka bisa sampai pada suatu titik tertentu. Nantinya kamu akan menyadari. Apakah kamu akan berhenti di titik yang sama dengan mereka atau tidak. Apakah kamu akan bertemu dengan mereka lagi atau tidak. Apakah kamu butuh mereka atau mereka yang butuh kamu. Tidak bisa dipungkiri, manusia adalah makhluk sosial yang saling terikat.

  • Persiapan Sebelum Bekerja.

Lebih cepat mengetahui siapa dirimu, lebih cepat kamu bahagia atas dirimu. Organisasi dan komunitas mengajarkanku untuk perlu menjelajah diri sendiri dan orang lain sekaligus. Mereka dan aku kadang seperti minyak dan air, kadang seperti lumpur dan air, dan kadang seperti garam dan air. Kemudian aku paham kalau sebenarnya tempatku bukan di depan orang banyak, bukan juga bergabung dalam satu komunitas, apalagi harus bertatap muka dengan orang yang berbeda setiap hari. Sehingga kesadaranku akan hal ini membuatku mengerti kalau nanti aku harus bekerja dan melakukan pekerjaan yang membuatku nyaman tetapi juga menantang. Apaan ya? Wkwkwkwk.

  • Implementasi Bakat, Hobi, dan Kelebihanmu.

Orang-orang bilang bekerja sesuai bakat atau hobi terasa seperti tidak bekerja. Nyatanya? Ya tidak juga. Sejak saat ini aku mengerti bakat dan hobiku di bidang seni sejak dulu memang kurang di dukung atau di apresiasi. Ayah dan Ibu yang memiliki bakat tersebut pun berpikir kalau seni hanya bagian dari hobi. Sehingga Ibu lebih memilih menjadi pedagang dan ayah bekerja di bidang sosial dan masyarakat. Aku yang sejak kecil menyukai seni secara keseluruhan, baik seni rupa, tari, drama, sastra dan suara. Pada akhirnya semua kelebihan itu terlupakan seiring aku bertumbuh dan mulai bertanya aku mau jadi apa. Setelah hidup mengajarkanku berbagai macam ujian, di akhir semester perkuliahan akhirnya aku menemukan keseimbangan. Sebuah implementasi antara masa depanku, bakat dan hobiku, kelebihanku dan pekerjaan yang kunanti-nanti. Aku merasa porsi dan rasanya pas. Tidak lebih dan kurang akupun merasa nyaman. Implementasi itu kumulai dari komunitas dan organisasi.

*****

Aku sudah menjelaskan di awal sejak episode opini tentang organisasi, secara keseluruhan yang membuatku jenuh dengan organisasi adalah manusia itu sendiri dan keberagamannya yang tidak aku pahami. Tetapi secara personal ada banyak manfaat yang bisa aku dapatkan seiring aku menikmati dengan tawa dan air mata.

Mungkin jika kalian tidak nyaman, kalian bisa saja lebih memilih unuk ikut klub kecil sesuai dengan passion kalian. Karena kita tidak bisa memungkiri dari dalam hati kita bahwa orang lain dan lingkungan sangat berpengaruh dalam hidup kita. Itulah mengapa kita memiliki sifat yang tidak jauh dari keluarga dan lingkungan kita.

Apapun yang kamu hadapi saat bertemu banyak orang nanti, aku berharap kamu tetap dengan pendirian awalmu mengapa kamu memilih berada disitu.  Apapun nanti yang pada akhirnya membuatmu sering merasa kelelahan sampai menangis. Percayalah itu akan sangat berharga kedepan nantinya.

Mungkin ini klise, tapi tetap semangat yaaa! Peluk jauh dari aku dan Tuhan.

Komentar

Postingan Populer