Why I Swipe My Skincare Routine to The New One?

 

Sekitar satu bulan yang lalu ada keinginan di dalam hati untuk upgrade wajah supaya tidak begini-begini aja. Melihat kondisi kulit ku yang badak dan masalah yang dari dulu tak kunjung selesai (brutusan, pori-pori besar, jerawat, komedo dan kusam) aku memutuskan untuk mengubah rutinitas skincare ku dari 7 Steps Skincare menjadi Minimalist Steps Skincare. So, ini beberapa alasan kenapa aku pindah skincare rutin menjadi lebih sederhana.

  • Meminimalisir Budget

Sebagai mahasiswa yang punya budget pas-pasan. Aku termasuk orang yang bener-bener perhitungan soal barang-barang yang akan kubeli. Sebisa mungkin aku tidak lagi minta dengan orang tuaku karena sudah diberikan uang saku, jadi aku harus bisa memutar otak agar bisa membeli kebutuhan pribadiku sendiri.

Sebelum ganti dengan mode minimalis, aku menggunakan 7 Steps Skincare yang terdiri dari cleansing milk, cleansing wash, exfoliating toner, hydrating toner, serum, moisturizing, dan sunscreen. Jadi bisa dibayangkan berapa budget yang harus aku keluarkan untuk skincare padahal skincare yang kugunakan cukup murah dengan merek-merek lokal seperti Hanasui, Emina, Wardah, Garnier dan yang lain bisa ganti-ganti tergantung budget dan keinginan. Mostly is drugstore.

Daripada menghabiskan banyak uang untuk skincare tapi tidak mengerti masalah kulitku sendiri, tidak paham komposisi produk, dan tidak paham cara kerja skincare di kulit. Selagi semuanya masih dalam proses belajar aku berusaha meminimalisir anggaran dan penggunaan skincare sampai menemukan produk yang efektif dan tepat.

  • Tidak Ada Efek yang Signifikan Selama Memakai Skincare

Selama menggunakan 7 Steps Skincare, tidak ada perubahan signifikan yang kualami selain skin tone yang lebih baik. Bruntusan, komedo putih, bahkan jerawat kadang-kadang masih juga suka muncul. Itupun hanya ketika aku menggunakan step skincare yang lengkap tanpa lewat satupun. Artinya aku harus siap sedia dengan semua skincare tadi dan memolesnya setiap hari tanpa henti. Lumayan kesal karena sudah menghabiskan tenaga dan uang yang banyak tapi perubahannya hanya sedikit bahkan cenderung tidak ada.

Dari sini aku bisa menyimpulkan bahwa aku membutuhkan bahan aktif yang kuat. Tapi, karena skincare dengan bahan aktif yang kuat harganya cukup menguras kantongku. Maka aku memutuskan untuk menyederhanakan rutinitas skincare-ku menjadi lebih sederhana yang terdiri dari cleansing, exfoliating, hydrating, actives dan sunscreen. Aku sudah tidak lagi menggunakan toner, masker, scrub exfoliator dan aloe vera gel. Semua aku singkirkan karena tidak memberikan efek yang jelas. Percuma rasanya kalau menggunakan banyak skincare tapi seperti tidak ada manfaatnya. Sekali kita memahami masalah kulit kita apa, maka satu bahan aktif sudah sangat cukup untuk mengatasi semua masalah itu.

  • Memahami Basic Skincare

Aku tidak tahu kalau selama ini aku tidak paham dasar kebutuhan skincare itu seperti apa. Alih-alih menyadari kalau dasar kebutuhan kulit adalah hidrasi, aku justru fokus mengatasi masalah yang selalu muncul di kulitku. Akhirnya kulitku menjadi tidak baik-baik saja. Setiap membeli moisturizer aku fokus pada ditujukan untuk kulit yang seperti apa, sehingga kulitku menjadi tidak karuan. Kadang-kadang gatal, kadang-kadang terlalu berminyak, kadang-kadang lengket, dan beberapa justru menimbulkan jerawat. Aku menyadari hal ini ketika hendak mengganti bahan aktif yang kuat agar masalah kulit cepat teratasi, tetapi menggunakan bahan aktif yang kuat justru akan merusak kulit jika tidak dibarengi dengan penggunaan dasar skincare yang baik. Akhirnya aku mencoba mencari tahu apa dasar skincare yang baik untuk meningkatkan pertahanan kulit. Dari sini aku menemukan kalau hidrasi adalah hal yang paling penting. Tapi ingat ya, hydration dengan moisturizer itu berbeda meskipun fungsinya sama-sama melembabkan.

***

Untuk saat ini aku akan mencoba Step Skin Minimalist aja dulu, kalau nanti kedepannya aku mencoba very basic skincare akan dijelaskan juga disini. Memang untuk memahami dasar skincare itu tidak mudah. Kita membutuhkan banyak sekali riset dan pengorbanan serta harus bersabar karena produk perawatan kulit tidak bekerja secepat yang kita pikir. It takes more than one month. Ya bisa 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan tergantung setiap jenis kulit masing-masing. Kuncinya adalah harus bersabar dan menghargai proses serta perlakukan dirimu sebaik-baiknya.

Segitu dulu aja opini edisi kali ini. Akan ada banyak banget hal-hal lain yang akan kubahas setelah memutuskan untuk mengambil topik beauties. Seperti biasa, aku akan upload setiap Senin dan Kamis. Kasih tahu aku juga apa yang kamu pikirkan di kolom komentar supaya kita bisa saling bertukar pendapat dan pengalaman.

See You and Thanks!

Komentar

Postingan Populer