Wake Up Call: First Time Fall in Love with Self Development
Hola. It's me Zhe. Welcome back.
Pada kesempatan ini aku akan membahas sebuah buku self development atau pengembangan diri. Buku-buku pengembangan diri seperti ini adalah genre buku yang selalu menarik perhatian setiap kali mendatangai toko buku. Setiap tahun akan selalu ada banyak sekali buku self development yang muncul dan selau laris dipasaran.
Buku yang akan kubahas kali ini adalah "WAKE UP CALL"
Siapapun diri kita, seorang pelajar, mahasisiwa, pekerja, ataupun pebisnis. Sebagai makhluk yang sempurna, maka kita harus berusaha melakukan kesempuranaan. Meskipun kita tahu bahwa tak ada manusia sempurna didunia ini, tetapi dengan meraih semua potensi diri kita, -bukan tidak mungkin itu akan terjadi. Jika selama ini kamu melakukan kebiasaan-kebiasaan biasa yang membuat kamu hidup biasa-biasa saja, maka kamu harus merubah kebiasaan itu. Sering kali kita tidak menyadari, bahwa kebiasaan biasa tersebut membuat kita buta akan potensi diri kita yang sebenarnya.
Dalam buku ini, kita diajarkan untuk menembus batasan-batasan kehidupan yang tanpa kita sadari bahwa batasan itu adalah batasan yang kita buat sendiri.
Judul Buku: Wake Up Call
Pengarang: Indra K. Dewanto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Tebal Buku: 230 hal.
Harga Buku: Rp 87.000
Aku akan sedikit berceria yang tidak terlalu penting. Kalau tidak ingin membaca kamu bisa langsung jump ke bawah.
Nah... Saat itu sedang ada diskon besar-besaran Gramedia. Biasanya mereka mengadakan itu setiap tahun untuk menarik minat pembeli, cuci gudang, ataupun meningkatkan minat baca masyarakat. Aku dan teman-temanku pergi ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang ada di kotaku. Disanalah aku mendatangi promo buku tahunan itu, hari itu adalah hari terakhir. Dengan modal pas-pasan, aku berani memasuki tempat itu dan mencari buku yang benar-benar pas sesuai kebutuhan. Sesak dan ramai itu sudah pasti, apalagi saat itu sedang ada perlombaan kostum. Namun anehnya, kebanyakan yang datang hanyalah ingin menonton hiburan yang diadakan oleh panitia. Rak buku tetaplah sepi, hanya beberapa yang datang lalu pergi. Maksudku, untuk event semacam itu harusnya bisa ramai. Ini adalah salah satu contoh yang menguatkan fakta bahwa minat baca di negara ini benar-benar anjlok.
Saat itu aku mondar mandir di rak "Bisnis dan Pengusaha". -Tidak menemukan apapun! Kecuali, buku dengan wajah dan tulisan Bill Gates di depannya. Sedikit menarik perhatian, namun tak jadi ku ambil. Lama sekali aku mondar mandir, ingin mencari novel namun merasa percuma. Sedang teman-temanku sudah menunggu di pintu keluar, aku masih mondar-mandir. Sampai aku berpindah tempat, lalu aku menemukan buku ini. Terpajang sendiri dan hanya satu-satunya. Seolah memiliki sinar terang, aku mengambil dan membaca bagian belakang buku. Tepat! Pikirku. Aku mengambil dan membayarnya, harganya hanya sekitar dua puluh ribuan. Aku beruntung.
"Bangunkan diri Anda, raih semua potensi yang anda miliki. Itulah intisari dari buku karya Indra K. Dewanto ini. Anda harus berani membangunkan diri Anda. Bukaqn hanya bangun, tetapi Anda juga harus membangunkan semua potensi diri Anda dan ambil action untuk mencapai semua potensi tersebut. Selain membangunka potensi Anda, buku ini juga akan membuat Anda menemukan identitas diri Anda. Bagi saya jangan biarkan kemampuan yang terbatas membatasipotensi kesuksesan yang tidak terbatas. Baca buku ini, perjuangkan mimpi Anda. Dan berkaryalah untuk negara kita tercinta. Indonesia, Pasti Bisa!" -MERRY RIANA Motivator Wanita No. 1 di Indonesia & Asia
Judul pada tiap bab dalam buku ini menarik perhatian. Bab demi bab seperti mengajak kita naik ke puncak. Layaknya sebuah pendidikan, jenjang yang diberikan tiap bab sangatlah tepat. Awal bab merupakan perkenalan, dan di akhir bab merupakan ujian. Kita akan diajak menemukan diri kita lalu kita diyakinkan bahwa kita adalah mahakarya dunia. Bahwa kita tak pernah sia-sia dilahirkan di dunia ini.
Bagaimana sebuah proses kehidupan dapat membuat kamu luar biasa? Mengapa kita memiliki batasan yang kita buat sendiri? Apakah benar bahwa penjara kehidupan itu ada? Tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bahkan buku ini seperti sebuah pelatihan. Kita akan diajak menulis di beberapa kolom, menjawab pertanyaan, dan menggiring diri sendiri berada di posisi puncak.
Bahkan aku sendiri menulis keluh kesahku di buku ini. Aku membuat diriku berbicara dengan buku ini dan menuliskan sesuatu di dalamnya. Aku mengajukan pertanyaan, lalu aku menjawabnya sendiri. Berfikir dan berbicara sendiri dengan buku ini adalah hal yang menyenangkan. Dengan begitu kamu akan memahami lebih banyak mengenai dirimu sendiri.
Rate: 8/10
Gracias! And see you again.


Komentar
Posting Komentar