Rasanya Berteman dengan Orang Turki


Bertahun-tahun senang menyelami sosial media dari berbagai laman yang membuatku berkeliling ke banyak tempat. Aplikasi/website berteman dengan orang asing adalah salah satu hal yang cukup aku senangi. Tujuan utamanya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, selain itu berharap juga mereka bisa menjadi sahabat pena yang menyenangkan.

Di antara sekian banyak media yang kugunakan. Pen Pal World adalah salah satu favoritku karena aplikasinya cukup aman dan penggunanya juga sedikit. Pen Pal yang membuatku bertemu dengan teman-teman dari Turki. Dari sini pula aku menyimpulkan berdasarkan pendapat subjektifku kalau orang-orang Turki juga sangat hobi bermain sosial media. India yang paling aktif kemudian menyusul, diikuti Amerika yang juga interaktif.

Kriterianya juga bermacam-macam. Orang-orang yang berasal dari negeri Hindustan ini cenderung genit dan hobi sekali flirt ke pengguna wanita. Sedangkan Amerika biasanya cenderung serius karena ingin belajar bahasa atau memang karena mereka ramah. Kalau Turki cenderung ­half-to-half, mereka yang genit ada tetapi yang memang ramah juga ada.

Inilah alasan kenapa aku menulis artikel ini. Orang Turki yang berteman denganku sudah kutemani bertahun-tahun yang lalu. Semenjak aku masuk masa gap year dan mencoba menekuni hobi dan menjelajahi dunia maya. Berikut ini adalah kesan yang aku dapatkan saat berteman dengan mereka.

  • Orang Turki cukup Konsevatif.

Melihat budaya mereka yang dibangun secara kuat dari Islam dan kebudayaan Timur Tengah. Banyak orang Turki yang cukup konsevatif, tetapi tidak sedikit pula yang liberal. Ini bisa kukatakan karena teman-temanku sendiri sama seperti Muslim Indonesia pada umumnya yang sangat taat agama, mereka pun demikian. Temanku yang bernama Mehmet pernah mengucapkan Selamat Malam Lailatul Qadr saat di Indonesia cenderung mengucapkan selamat Idul Fitri.

Muslim di Indonesia terkenal konservatif kalau soal agama. Ditambah lagi kita punya kultur yang kuat. Meskipun modernisasi menyeret hidup kita sedikit demi sedikit untuk lebih liberal, tetapi budaya memang tidak bisa di tinggal. Hanya di beberapa daerah atau kota saja yang cukup liberal. Selayak Jakarta di Indonesia, Istanbul punya Turki juga demikian.

  • Mereka Ramah tapi Tidak SKSD.

Jujur kadang aku merasa bahwa orang Indonesia yang lebih SKSD daripada orang Turki. Beberapa temanku yang berasal dari Turki dan kutemani cukup lama. Akhirnya kudapati bahwa mereka sama ramah dan terbukanya dengan kita. Tetapi, tidak SKSD dan kepo sampai-sampai harus video call atau telfon.

Mereka mau mengirim gambar kegiatan sehari-hari, menceritakan hidup mereka bahkan keluarga mereka. Aku pernah punya teman bernama Aise, dia lebih tua dariku. Perempuan ini sangat manis, dia kuliah di bidang kimia dan anak ayahnya semua perempuan. Aise menjunjung tinggi privasi tetapi dia sangat terbuka dan baik. Bahkan dia sering membuat snapgram soal kegiatan sehari-harinya. Hijab Aise merupakan hal yang wajib. Keliatan dari postnya yang sama sekali ga pernah buka hijab. Ga kaya aku. Hahahaha.

  • Asik pada Saat yang Tepat.

Mengobrol dengan mereka seperti mengetahui porsi yang pas dan tepat. Mereka akan membalas story jika mereka rasa itu menyenangkan atau memiliki korelasi dengan mereka. Mereka akan bertanya jika merasa itu perlu ditanya. Kadang-kadang mereka juga membuat joke yang bisa membuat kita tertawa.

Salah satu temanku yang bernama Hasan membuat sebuah joke soal fotoku yang mengigit bunga. Mengingat apa yang dia katakan bisa membuatku merasa geli sekali lagi. Tetapi, sama seperti remaja lainnya. Hasan yang lebih muda dariku sangat menyukai konser musik, game, film dan media sosial. Btw anak ini sekarang sudah kuliah.

Pada akhirnya kita sampai pada kesimpulan bahwa orang Turki juga manusia biasa. Mereka yang hidup di beda benua ini hanya tertutup oleh kabut budaya dan kepercayaan. Aku juga tidak mengerti dari sekian banyak teman dari berbagai benua yang coba aku temani. Hanya orang Turki yang bisa bertahan sampai sekarang. Mungkin sudah hukum alam. Wkwkwk

Menurut kamu sendiri gimana? Well... let me know in the comment section and tell me juga soal pengalamanmu berteman atau berhubungan dengan orang asing. :)

Gracias, guys. Mucho gusto!

Komentar

Postingan Populer